Radikalisme, sumber kesengsaraan di dunia

by igardu.com on November 11, 2008

Tulisan ini tidak ada hubungan dengan kepercayaan atau budaya suatu bangsa, namun lebih dititikberatkan adanya sikap manusia yang memiliki sikap merasa bahwa suatu keyakinan, kepercayaan maupun gaya hidupnya  harus diterima oleh orang lain,dan ketika sikap tersikap tersebut ditentang oleh orang lain, maka yang bertentangan itu dianggap sebuah musuh, itulah sifat radikalisme.

Radikalisme sangat banyak macamnya, dibidang keagamaan banyak sekali radikalisme terjadi baik didunia Islam maupun Katolik, protestan maupun yahudi. Untuk bidang ilmu coba tengok bagaimana pandangan karl marx akhirnya menjadi suatu aliran komunisme yang sampai sekarang masih dianut oleh beberapa negara.

Dalam berbagai aspek, kosmologi kaum radikalisme memang lebih banyak menimbulkan pertanyaan daripada mendapat jawaban. Banyak hal yang sulit dipahami. Banyak organisasi yang memiliki obsesi bagaimana mengubah tatanan dunia, yang dinilai penuh ketimpangan dan ketidakadilan.

Gerakannya lebih berbasis pada ideologi anakisme, revolusioner, dan nihilisme. Tatatanan dunia lama harus dinihilkan, ditiadakan melalui cara anarki dan teror. Bagi kelompok macam ini, upaya menciptakan ketakutan mendalam bukanlah sekedar alat atau teknik perjuangan, tapi kemudian menjadi tujuan perjuangan itu sendiri. Terror qua terror, teror untuk kepentingan teror itu sendiri.

Teror yang dilakukan hanya bertujuan untuk menarik perhatian dunia terhadap perjuangan dan cita-cita mereka. Menurut penelitian oleh anthony storr pelaku teror umumnya penderita psikopat agresif. Gangguan yang parah membuat pelaku aksi teror menjadi manusia yang kehilangan nurani, bersikap kejam, agresif, sadistis dan tanpa ampun. Seluruh perasaan takut seolah dibunuh habis termasuk takut terhadap kematian atasdirinya sedndiri, apalagi kematian orang lain.

Pada akhirnya manusia yang memiliki sifat radikalisme akhirnya menjadi suatu gerakan terorisme yang alih-alih merubah dunia menjadi lebih baik,karena adanya teror mereka negara - negara yang dilanda terorisme merasa tertekan, rakyatnya terancam, dan tidak ada tujuan sama sekali atas gerakan tersebut. Mereka hanya ingin dunia ini bergerak pada posisi nihil.

{ 0 comments }